Analisis Faktor Komorbiditas sebagai Prediktor Mortalitas Sepsis di Unit Perawatan Intensif

Authors

DOI:

https://doi.org/10.15851/jap.v13n2.4426

Keywords:

Gangguan paru, komorbid, mortalitas, sepsis

Abstract

Sepsis merupakan disfungsi organ yang disebabkan oleh respons berlebihan tubuh terhadap infeksi dan dapat mengancam jiwa. Secara global, insiden sepsis di rumah sakit mencapai 189 kasus per 100.000 orang per tahun dengan tingkat moralitas 26,7%. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi luaran pasien adalah komorbiditas. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan untuk menilai faktor risiko komorbid yang berhubungan dengan kematian pasien sepsis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping pada tahun 2022–2023. Berdasarkan data rekam medik diperoleh 55 subjek dengan sepsis, baik yang meninggal maupun hidup, dengan komorbid meliputi gangguan paru, gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan saraf, dan diabetes mellitus. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa dari lima faktor komorbid yang dianalisis, dua faktor berhubungan signifikan dengan mortalitas, yaitu gangguan paru dan gangguan ginjal (p<0,05).

Author Biographies

  • Ardi Pramono, Muhammadiyah University of Yogyakarta
    Department Anesthesiology and Intensive Therapy
  • Nova Maryani, Muhammadiyah University of Yogyakarta
    Department Anesthesiology and Intensive Therapy
  • Ufita Dauma Ummi Nusuka Wardhani, Muhammadiyah University of Yogyakarta
    Clinical Medicine Program
  • Muhammad Tahfiz Ramadhan, Muhammadiyah University of Yogyakarta
    Clinical Medicine Program
  • Sajida Fihrisa Afaki, Muhammadiyah University of Yogyakarta
    Clinical Medicine Program

References

  1. Morin F, Descatha A, Bizouard T, Plard D, Fadel M, Schunder-Tatzber S, dkk. Basic life support training in out-of-hospital cardiac arrest: from the youth to a special “senior force against cardiac arrestâ€. Resuscitation. 2021;167(1):225–6. doi:10.1016/j.resuscitation.2021.08.031
  2. Shah P, Smith H, Olarewaju A, Jani Y, Cobb A, Owens J, dkk. Is cardiopulmonary resuscitation futile in coronavirus disease 2019 patients experiencing In-Hospital cardiac arrest?. Crit Care Med. 2021;49(2):201–8. doi:10.1097/CCM.0000000000004736
  3. Penketh J, Nolan JP. In-hospital cardiac arrest: the state of the art. Crit Care Med. 2022;26(1):376–378. doi:10.1186/s13054-022-04247-y
  4. Oechslin L, Abplanalp J, Biaggi P, Hadzalic H, Britschgi D, Luz C, dkk. incidence, outcome and trends of in-hospital cardiac arrest over a ten-year period in a Swiss Tertiary Hospital. 2025;73(8):104–7. doi: 10.1016/j.hrtlng.2025.04.031
  5. Andersen LW, Kim WY, Chase M, Berg KM, Mortensen SJ, Moskowitz A, dkk. The prevalence and significance of abnormal vital signs prior to in-hospital cardiac arrest. Resuscitation. 2016;98(1):112–7. doi:10.1016/j.resuscitation.2015.08.016
  6. Randhawa VK, Nagpal AD, Lavi S. Out-of-hospital cardiac arrest and acute coronary syndromes: reviewing post-resuscitation care strategies. Canadian J Cardiol. 2015;31(12):1477–80. doi:10.1016/j.cjca.2015.05.001
  7. AHA P. 2020 aha guidelines for cardiopulmonary resuscitation (cpr) and emergency cardiovascular care (ecc): highlights. American Heart Association. 2020;3(1):1–29.
  8. Spångfors M, Molt M, Samuelson K. In-hospital cardiac arrest and preceding national early warning score (NEWS): a retrospective case-control study. Clinical Medicine, Journal of the Royal College of Physicians of London. 2020;20(1):55–60. doi: 10.7861/clinmed.2019-0137
  9. Subhan N, Giwangkencana GW, Prihartono MA, Tavianto D. Implementasi early warning score pada kejadian henti jantung di ruang perawatan Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung yang ditangani tim code blue selama tahun 2017. Jurnal Anestesi Perioperatif. 2019;7(1):33–41. doi:10.15851/jap.v7n1.1583
  10. Zuhri M, Nurmalia D. Pengaruh early warning system terhadap kompetensi perawat: literature review. Dalam: Iskandar B, Muin M, Sulisno M, Naviati E, Bagus C, penyunting. Prosiding seminar nasional keperawatan “pengembangan self-management pada pelayanan kesehatan.†7 November 2018; Semarang: Indonesia. hlm. 215–21.
  11. Wahyudi P, Hemu VN, Suprayogi, Setiyarini S. Applying early warning score (EWS) in hospitals for adult mortality risk factors. 2023;7(2):101–10. doi: 10.31101/jhes.3294
  12. Maarif S, Sardjono TW, Utami YW. National early warning score parameters at the Emergency Department as In Hospital Cardiac Arrest Predictors. Int J Sci Society. 2020;2(4):1–9. doi:10.54783/ijsoc.v2i4.185
  13. Amandaty SP. Analisis national early warning score (NEWS) sebagai prediktor kematian pasien gagal jantung di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Universitas Brawijaya Repository; 2019.
  14. Guan G, Lee CMY, Begg S, Crombie A, Mnatzaganian G. The use of early warning system scores in prehospital and emergency department settings to predict clinical deterioration: A systematic review and meta-analysis. PLoS One. 2022;17(3):2655–9. doi:10.1371/journal.pone.0265559

Downloads

Published

2025-08-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Faktor Komorbiditas sebagai Prediktor Mortalitas Sepsis di Unit Perawatan Intensif. (2025). Jurnal Anestesi Perioperatif, 13(2), 71-76. https://doi.org/10.15851/jap.v13n2.4426