Perbandingan Teknik Pemasangan Pipa Nasogastrik Antara Manuver Reverse Sellick dan Manuver Fleksi Leher Terhadap Angka Keberhasilan dan Durasi Waktu Pemasangan pada Pasien Terintubasi
DOI:
https://doi.org/10.15851/jap.v12n3.3838Keywords:
Angka keberhasilan, durasi waktu pemasangan, manuver fleksi leher, manuver reverse Sellick, pemasangan NGTAbstract
Pemasangan pipa nasogastrik (NGT) penting dilakukan pada beberapa pembedahan dan pada pasien di ruang rawat intensif (ICU). Pemasangan NGT menjadi sulit pada pasien terintubasi dan paling sering tertahan pada sinus priformis, kartilago aritenoid, dan esofagus yang tertekan oleh balon ETT. Manuver reverse Sellick merupakan teknik yang dilakukan dengan cara menggenggam kartilago krikoid lalu diangkat ke arah anterior dan manuver fleksi leher merupakan suatu cara menekukkan leher pasien semaksimal mungkin pada saat memasang NGT. Penelitian ini menggunakan metode prospektif analitik komparatif eksperimental dengan rancangan randomized clinical trial single blind study. Penelitian telah dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS) terhadap 94 subjek. Analisis statistik data kategorik menggunakan Uji Chi Square dan uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov smirnov. Hasil uji statistik perbandingan tingkat keberhasilan pada kelompok manuver reverse Sellick dan kelompok manuver fleksi leher adalah 85,1% dan 74,5% dengan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05). Durasi pemasangan NGT pada kelompok manuver reverse Sellick dan kelompok manuver fleksi leher adalah 13,499±1,571 detik dan 20,5,06±3,051 detik dengan perbedaan signifikan (p<0,05; Tabel 2). Simpulan tingkat keberhasilan pada kelompok manuver reverse Sellick memiliki angka keberhasilan yang tidak berbeda signifikan dibanding dengan kelompok manuver fleksi leher. Durasi pemasangan dari kelompok manuver reverse Sellick lebih singkat dibanding dengan kelompok manuver fleksi leher.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant Jurnal Anestesi Perioperatif right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to freely share and remix the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Anestesi Perioperatif.