Perbandingan Fluoksetin 20 Mg dengan Amitriptilin 12,5 Mg sebagai Adjuvan Kombinasi Parasetamol dan Morfin dalam Mengurangi Nyeri pada Pasien Kanker
DOI:
https://doi.org/10.15851/jap.v12n3.3628Keywords:
Amitriptyline, fluoksetin, numeric rating scale, PainDETECT, WHOAbstract
Data WHO menunjukkan bahwa 30–40% pasien kanker mengalami nyeri sedang atau berat. Empat kelas obat antidepresan dapat dipakai dalam pengobatan nyeri neuropatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan fluoksetin 20 mg dengan amitriptilin 12,5 mg sebagai adjuvant kombinasi parasetamol 1000 mg dalam mengurangi gejala nyeri pada pasien nyeri kanker. Penelitian dilaksanakan sejak Juli–September 2023 di klinik nyeri Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Penelitian ini adalah uji klinis acak tersamar. Sebanyak 40 subjek dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok A (n=20) mendapat fluoksetin, morfin dan parasetamol, sedangkan kelompok B (n=20) mendapat amitriptilin, morfin dan parasetamol. Skor nyeri pada subjek diukur dengan menggunakan PainDETECT. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Data bivariat dianalisis dengan uji Chi-Square, T-Test Independent, T-Test Paired dan Mann-Whitney. Terdapat penurunan skor numeric rating scale dan PainDETECT yang signifikan antara sebelum dan setelah pemberian fluoksetin maupun amitriptilin dengan nilai p<0,05. Kelompok fluoksetin maupun amitriptilin dapat menurunkan skor numeric rating scale dan PainDETECT secara statistik, akan tetapi tidak bermakna secara klinis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant Jurnal Anestesi Perioperatif right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to freely share and remix the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Anestesi Perioperatif.