Korelasi antara Penempatan Kedalaman Tabung Endotrakeal dan Tinggi Badan pada Pasien Dewasa yang Menjalani Operasi
DOI:
https://doi.org/10.15851/jap.v11n2.3440Keywords:
Anestesi, kedalaman tabung endotrakea, korelasi kedalaman ET dan tinggi, jalan napas dewasaAbstract
Intubasi endotrakea adalah prosedur kritis yang umum dilakukan oleh dokter anestesi dan dokter gawat darurat/perawatan intensif. Salah penempatan tabung endotrakeal (ET) dapat menyebabkan komplikasi seperti desaturasi, hiperinflasi, ateletasis, dan trauma saluran napas. Tinggi badan telah ditemukan berkorelasi dengan kedalaman ET, ini tidak berlaku di Indonesia yang rerata tinggi badan lebih rendah dibanding dengan negara lain. Studi ini bertujuan meneliti akurasi kedalaman ET dan korelasinya dengan tinggi pasien di RSUP Dr. Hasan Sadikin di Bandung, Indonesia periode Oktober 2022 . Penelitian ini adalah studi analitik deskriptif dengan melakukan studi potong lintang dengan mengumpulkan data dari pasien. Subjek penelitian ini adalah pasien dewasa yang menjalani operasi elektif atau darurat di bawah anestesi umum dan memerlukan intubasi endotrakeal di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menunjukkan korelasi antara kedalaman tabung endotrakeal oral dan tinggi badan pasien di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dengan rerata kedalaman 19,7 cm pada pria dan 18,4 cm pada wanita. Studi ini juga menemukan bahwa pada pria, setiap peningkatan tinggi badan 10 cm maka kedalaman ET meningkat sebesar 0,88 cm, sedangkan pada wanita meningkat sebesar 1,00 cm. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kedalaman tabung endotrakeal dan tinggi badan pasien.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant Jurnal Anestesi Perioperatif right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to freely share and remix the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Anestesi Perioperatif.